Anda pasti familiar dengan istilah brand awareness, bukan?Istilah ini bisa diibaratkan sebagai bumbu penyedap dalam setiap masakan. Masakan yang tidak sedap, tentu tidak akan dapat dinikmati oleh yang mencobanya. Mereka tidak akan menghabiskan masakan tersebut, bahkan akan dengan cepat melupakan cita rasanya yang tidak membuat lidah terasa nyaman.

Sama halnya dengan brand awareness yang menjadi penyedap dari sebuah brand, baik itu dalam bentuk produk ataupun jasa. Bila brand awareness lemah, maka produk ataupun jasa tersebut akan dengan mudah dilupakan, dan pada akhirnya tidak akan menjadi pilihan untuk dibeli.

Jadi sebenarnya apa sih brand awareness itu?

Definisi Brand Awareness

Brand awareness merupakan kemampuan konsumen atau calon konsumen dalam mengenali sebuah brand maupun produknya, sekaligus mengingatnya ke dalam benak mereka. Contoh paling mudah adalah warna merah dan kuning yang identik dengan McDonald’s atau tagline “Kebaikan Berawal dari Sini” yang digunakan oleh brand Aqua.

Brand awareness dibagi dalam beberapa hal sebagai berikut:

1. Brand recall

Merupakan kemampuan konsumen untuk mengingat dengan cepat nama sebuah brand berdasarkan kategori produk. Dengan kata lain, sudah terjalin hubungan emosional yang kuat antara kategori produk dan brand.

Brand dengan kategori produk itu berbeda. Konsumen bisa mengenali beberapa brand dalam satu kategori produk yang sama. Contohnya ketika konsumen diminta mengucapkan beberapa brand saat ada yang menyebut kategori produk mie instan. Maka kemungkinan mereka akan menyebut brand Indomie, Mie Sedap, Sarimi, dan lainnya.

2. Brand recognition

Brand recognition ialah kemampuan konsumen untuk untuk mengenali suatu brand pada saat mereka melihat produk tersebut atau pada saat diberi info bantuan untuk mengingat. Sebagai contoh, Anda ingin membeli keju, tapi belum menentukan mau membeli keju dengan brand apa? Ketika Anda melihat produk keju tersebut, Anda kemudian mengingat beberapa brand keju lainnya.

Perbedaan singkatnya: brand recall dapat dengan cepat diingat oleh konsumen, brand recognition baru bisa diingat setelah melihat produk atau setelah mendapat bantuan pengingat lainnya.

3. Top of mind awareness

Yakni, brand pertama yang muncul di benak konsumen saat mereka sedang memikirkan kategori atau produk tertentu. Misal, dari produk susu yang dipikirkan konsumen, brand yang pertama muncul adalah Dancow, terlepas dari fokus kategori produk seperti susu kental manis, susu cair atau susu bubuk, susu untuk anak–anak atau susu untuk orang dewasa.

Peran Penting Brand Awareness

Dari 3 kategori tersebut, maka dapat disimpulkan beberapa peran penting brand awareness dalam perkembangan sebuah bisnis, seperti:

1. Membuat brand Anda dikenali oleh konsumen. Semakin dikenal sebuah brand, maka keputusan konsumen untuk membeli produk dari brand tersebut semakin besar.

2. Sangat memungkinkan bagi konsumen yang puas dengan brand sebuah produk, akan selalu menggunakan brand tersebut, atau dengan kata lain menjadi pelanggan setia bisnis Anda.

3. Ketika konsumen sudah memiliki hubungan emosional yang kuat terhadap sebuah brand, bukan tidak mungkin ia akan merekomendasikan brand tersebut ke semua kenalannya yang membutuhkan produk yang disediakan oleh brand tersebut.

4. Meningkatkan angka penjualan. Kalau sudah pada tahap poin 3, maka Anda akan menikmati angka penjualan yang terus meroket seiring dengan berjalannya waktu.

5. Menjadi tolak ukur atau bahan evaluasi dari kinerja sebuah brand. Brand awareness bisa mengalami kenaikan dan penurunan, seiring lahirnya produk sejenis yang lebih inovatif atau munculnya berbagai brand baru pesaing Anda.

Ketika brand awareness sebuah bisnis sudah mulai menurun, biasanya para pelaku usaha akan melakukan inovasi besar-besaran untuk mengembalikan identitas brand mereka lagi. Mengingat, brand awareness ini memiliki kaitan erat terhadap omset penjualan yang akan didapatkan. Sehingga, tak heran jika banyak pelaku usaha yang rela mengeluarkan modal besar untuk meningkatkan brand awareness bisnisnya.

Cara Membangun Brand Awareness Sebuah Produk

Sama seperti branding, brand awareness juga perlu dibangun secara terus menerus. Sekali Anda lengang, sama saja artinya dengan membuka jalan bagi brand lain untuk menancap di benak konsumen Anda. Lalu, bagaimana caranya membangun brand awareness?

1. Buat identitas brand yang menarik

Bila brand Anda terbilang baru, maka Anda harus memiliki nama, logo, dan tagline brand yang menarik dan mudah untuk diingat.

Seperti halnya McDonald’s yang sudah memiliki brand awareness pada tingkat paling tinggi karena saat seseorang melihat logo huruf M, mereka akan sontak teringat dengan brand tersebut. Warna merah dan kuning pada McDonald’s juga sudah mendarah daging dalam brand mereka. Selain itu, tagline andalan dari McDonald’s yang berbunyi “I’m Lovin’ it” juga sangat mudah untuk diingat.

2. Lakukan survei secara berkala

Tujuannya, untuk mengetahui dari kategori produk yang Anda jual, brand Anda ada di urutan ke berapa yang bisa diingat oleh konsumen? Bila selalu nomor 1 itu artinya bagus, tetapi bila selalu turun, Anda harus siap–siap menyisihkan sejumlah uang untuk strategi pemasaran produk Anda.

3. Bangun brand awareness dengan memanfaatkan sosial media

Pada zaman sekarang, hampir tidak ada konsumen Anda yang tidak memiliki sosial media. Anda bisa memilih semua jenis sosial media atau beberapa sosial media yang sering digunakan oleh konsumen Anda untuk memaksimalkan pemasaran digital.

4. Selalu melakukan inovasi dalam pembuatan content marketing

Konsumen Anda saat ini sudah mulai meninggalkan media cetak, maka Anda jangan membuat content marketing yang dibuat memang untuk ditayangkan di media cetak. Tapi buatlah content marketing yang dibuat untuk ditayangkan di media-media yang dekat dengan konsumen Anda.

Perlu diingat, Anda juga harus berperang dengan pesaing Anda untuk merebut perhatian konsumen. Jadi, jangan pernah berhenti untuk selalu peka dengan perubahan, dan terapkan setiap perubahan keadaan ke dalam content marketing. Ikuti tren dan lakukan inovasi terus menerus agar tidak ketinggalan zaman.

5. Buatlah berbagai event marketing yang bisa membangun brand awareness

Event yang dimaksud dalam hal ini meliputi pameran, bazar, launching product, dan event-event lain yang bisa Anda maksimalkan untuk mengenalkan produk dan bisnis Anda ke khalayak umum.

6. Menjadi sponsorship sebuah kegiatan yang akan mendatangkan banyak massa

Poin yang satu ini bisa menjadi salah satu opsi dalam membangun kembali brand awareness bisnis yang mulai meredup. Terlebih jika event yang akan digelar tersebut akan mendatangkan massa yang sesuai dengan target market produk bisnis Anda.

Misalnya, jika Anda adalah seorang pengusaha di bidang pakaian olahraga. Maka Anda bisa menjadi sponsor di acara-acara olahraga. Mulai dari bola, basket, voli, atletik dan banyak lagi lainnya. Berbagai brand besar sering menggunakan strategi ini untuk selalu memperkuat brand awareness dari produk mereka.

7. Memberikan berbagai gimmick yang menarik ke dalam suatu promo khusus

Nah, cara yang satu ini juga banyak digunakan oleh para pelaku bisnis. Dengan memberikan gimmick terhadap paket promo khusus, Anda bisa menarik perhatian customer yang akan berbelanja dan kembali meningkatkan brand awareness bisnis Anda.

8. Mengganti kemasan produk dengan bentuk dan warna yang menarik perhatian

Jika pamor brand Anda sudah mulai menurun, mungkin Anda harus mengubah kemasan produk yang digunakan. Cobalah untuk melakukan perubahan pada desain kemasan dengan pemilihan warna yang menarik perhatian.

Contoh saja jika Anda memiliki usaha di bidang kuliner. Buatlah kemasan yang unik dan berbeda dari kompetitor. Ini akan menjadi nilai plus bagi brand Anda sehingga orang-orang akan mudah mengenali produk yang Anda jual lewat kemasannya.

Nah, Anda bisa mencoba 8 strategi membangun brand awareness yang kami sarankan di atas. Jika tidak semua poin bisa dilakukan, Anda bisa menerapkan beberapa di antaranya sesuai dengan budget yang dimiliki.

Khusus untuk meningkatkan brand awareness bisnis Anda melalui media digital seperti sosial media dan website. Anda perlu memperhatikan komponen lain seperti SEO dan algoritma sosial media untuk memaksimalkan branding tersebut. Karena seperti yang kita tahu, ada begitu banyak produk serupa yang dapat dijumpai oleh customer Anda di dunia maya.

Untuk itu, Anda harus mencari celah dan menemukan cara unik tersendiri untuk memikat perhatian calon konsumen.

Leave a Reply